Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Taman adalah jantung disetiap kota besar.
Oleh karena itu, DKI Jakarta sebagai kota besar sedang bebenah untuk
mewujudkan taman kota. Namun sayangnya, di Jakarta Barat masih terlihat
taman-taman yang tidak layak.
Menurut Kepala Seksi Taman Jakarta
Barat, Kadirun, Jakarta Barat memiliki 203 taman yang tersebar diseluruh
wilayah Jakarta Barat. Dari 203 Taman, hanya 80 taman yang dimiliki
oleh Sudin Jakarta Barat.
Kadirun pun menjelaskan, memang masih
banyak taman-taman di Jakarta Barat yang belum tersentuh oleh
Pemerintahan Kota Jakarta Barat, dikarenakan terkendala anggaran.
"Masih
ada yang belum terpelihara dan belum teranggarkan," kata Kadirun saat
ditemui diruangannya, di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu
(28/11/2012)
Kadirun juga mengatakan, Gubernur Dki Jakarta Joko
Widodo juga sudah memberikan arahan untuk segera membenahi beberapa
taman di wilayah Jakarta Barat. "Namun, sebenarnya peremajaan taman di
Jakbar sudah direncanakan di tahun sebelumnya," ujarnya.
Pantuan
detikcom, saat di Taman Sumur Bor yang berada di Jalan Kemuning, sumur
bor, Kalideres, Jakarta Barat terlihat taman tersebut seperti tidak
diurus. Terlihat rumput-rumpur taman sudah tidak ada dan terlihat
beberapa orang berjualan memangkalkan jualannya di taman ini. Disamping
taman juga terdapat kali yang berwarna hitam airnya, dan penuh sampah.
Menurut
Pedagang nasi uduk yang sudah berjualan selama 5 tahun di wilayah itu,
Asti, orang Pemkot hanya memotong rumput taman menggunakan alat sebulan
sekali dan memindahkan beberapa pohon segar.
"Baru belakangan ini saja ada pagar dipasang di taman tersebut sebelumnya tidak ada," imbuhnya.
(spt/ndr)
Rabu, 28 November 2012
Selasa, 27 November 2012
Kisah di Balik Pembangunan Gedung Baru Sekolah Darurat Kartini
Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Ide kepolisian untuk membantu gedung baru
Sekolah Darurat Kartini ternyata berawal dari rasa empati Kapolsek
Pademangan Kompol Susatyo Purnomo yang tersentuh dengan perjuangan ibu
guru kembar di sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu tersebut.
Rasa empati itu muncul saat polisi sedang mengamankan pembongkaran
bangunan liar di kompleks pergudangan Jakarta, Gudang Kampung Bandan,
tempat sekolah itu berdiri, pada 8 November lalu.
"Awalnya saya ke sini terkait penggusuran tanggal 8 November, datang melihat ini masih ada rumah-rumah (penggusuran) lalu saya lihat sekolah ini. Ibu ini berkeluh kesah, saya terenyuh anak-anak ini hanya makan di sekolah ini saja," kata Sustyo di Sekolah Darurat Kartini, Jalan Lodan, Ancol, Jakarta Utara, Senin (26/11/2012).
Susatyo mendengarkan kisah perjuangan ibu guru kembar bernama Sri Rossyati dan Sri Irianningsih yang terancam turut digusur. Namun Susatyo malah bertanya lokasi yang akan digunakan sekolah tersebut jika digusur.
"Ditunjukkan lahan di belakang, saya langsung iya kan (bangun gedung baru). Tapi cek ke lokasi tanah cuman ada 109 meter persegi, mau jadi apa? Masa cuman seukuran itu. Saya cari lahan lagi 20x10 meter, saya anggap wakafnya Polsek lah. Kalau pembangunan yang sederhana saja, Insya Allah bisa jadi ada beberapa rekan yang bisa saya hubungi," ujar Susatyo.
Sehari setelah itu, Susatyo menuturkan langsung rapat dengan jajarannya dan menghubungi PT Sriwijaya Air yang memang berkantor di wilayahnya. "Pemikiran saya seperti orang bangun masjid, lalu saya menghubungi Sriwijaya Air siangnya, baru dapat kabar malam pukul 00.30 WIB, Sriwijaya Air mau bantu," ujarnya.
Polsek Pademangan mengusahakan lahan yang digunakan dan dana pembangunannya dari Sriwijaya Air sekitar Rp 500 juta. Rencana Susatyo ini pun tersampaikan ke Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya.
"Kita ketemu orang-orang, kita buat denah segala macam dan bangunan dengan bahan ringan karena berdekatan rel kereta. Kita juga cari psikis lingkungannya, lingkungan ini kan kumuh jadi dekat dengan para muridnya," ujar Susatyo.
Susatyo berharap upayanya ini mampu mengurangi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Akar gangguan tersebut diyakini bisa diberantas dengan pendidikan yang baik dan terjangkau.
"Saya melihat ini peluang untuk polisi menyelesaikan. Selama ini polisi dinilai menyelesaikan masalah di ujungnya, sekarang ada peluang menyelesaikan di awal, melalui pendidikan berakhlak ini yang saya lihat dan semangat ibu ini," tutup Susatyo.
Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah yang tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada 621 muridnya sejak 1990. Sekolah Darurat Kartini merupakan sekolah yang dikelola oleh dua kakak beradik kembar bernama Sri Rossyati dan Sri Irianingsih. Sekolah ini sudah berdiri selama 22 tahun dan tercatat 6 kali berpindah tempat karena tergusur.
Saat didirikan pada tahun 1990, Sekolah Darurat Kartini berlokasi di Pluit. Karena penggusuran lalu pindah ke Ancol, Penjaringan, Kali Jodo, dan sekarang di pinggiran rel kereta Bandengan, yang ke semuanya berlokasi di Jakarta Utara.
Sekolah ini dipindahkan ke gedung yang akan dibangun karena didasari UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, yakni bangunan dengan radius 6 meter dari bantaran rel akan ditertibkan jika tidak mempunyai izin. Surat pemindahan lokasi tersebut diterima sejak 2 Juli dengan masa tenggat tanggal 9 September lalu.
(vid/rmd)
![]() |
| Peletakkan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Darurat Kartini. (David/detikcom) |
"Awalnya saya ke sini terkait penggusuran tanggal 8 November, datang melihat ini masih ada rumah-rumah (penggusuran) lalu saya lihat sekolah ini. Ibu ini berkeluh kesah, saya terenyuh anak-anak ini hanya makan di sekolah ini saja," kata Sustyo di Sekolah Darurat Kartini, Jalan Lodan, Ancol, Jakarta Utara, Senin (26/11/2012).
Susatyo mendengarkan kisah perjuangan ibu guru kembar bernama Sri Rossyati dan Sri Irianningsih yang terancam turut digusur. Namun Susatyo malah bertanya lokasi yang akan digunakan sekolah tersebut jika digusur.
"Ditunjukkan lahan di belakang, saya langsung iya kan (bangun gedung baru). Tapi cek ke lokasi tanah cuman ada 109 meter persegi, mau jadi apa? Masa cuman seukuran itu. Saya cari lahan lagi 20x10 meter, saya anggap wakafnya Polsek lah. Kalau pembangunan yang sederhana saja, Insya Allah bisa jadi ada beberapa rekan yang bisa saya hubungi," ujar Susatyo.
Sehari setelah itu, Susatyo menuturkan langsung rapat dengan jajarannya dan menghubungi PT Sriwijaya Air yang memang berkantor di wilayahnya. "Pemikiran saya seperti orang bangun masjid, lalu saya menghubungi Sriwijaya Air siangnya, baru dapat kabar malam pukul 00.30 WIB, Sriwijaya Air mau bantu," ujarnya.
Polsek Pademangan mengusahakan lahan yang digunakan dan dana pembangunannya dari Sriwijaya Air sekitar Rp 500 juta. Rencana Susatyo ini pun tersampaikan ke Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya.
"Kita ketemu orang-orang, kita buat denah segala macam dan bangunan dengan bahan ringan karena berdekatan rel kereta. Kita juga cari psikis lingkungannya, lingkungan ini kan kumuh jadi dekat dengan para muridnya," ujar Susatyo.
Susatyo berharap upayanya ini mampu mengurangi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Akar gangguan tersebut diyakini bisa diberantas dengan pendidikan yang baik dan terjangkau.
"Saya melihat ini peluang untuk polisi menyelesaikan. Selama ini polisi dinilai menyelesaikan masalah di ujungnya, sekarang ada peluang menyelesaikan di awal, melalui pendidikan berakhlak ini yang saya lihat dan semangat ibu ini," tutup Susatyo.
Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah yang tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada 621 muridnya sejak 1990. Sekolah Darurat Kartini merupakan sekolah yang dikelola oleh dua kakak beradik kembar bernama Sri Rossyati dan Sri Irianingsih. Sekolah ini sudah berdiri selama 22 tahun dan tercatat 6 kali berpindah tempat karena tergusur.
Saat didirikan pada tahun 1990, Sekolah Darurat Kartini berlokasi di Pluit. Karena penggusuran lalu pindah ke Ancol, Penjaringan, Kali Jodo, dan sekarang di pinggiran rel kereta Bandengan, yang ke semuanya berlokasi di Jakarta Utara.
Sekolah ini dipindahkan ke gedung yang akan dibangun karena didasari UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, yakni bangunan dengan radius 6 meter dari bantaran rel akan ditertibkan jika tidak mempunyai izin. Surat pemindahan lokasi tersebut diterima sejak 2 Juli dengan masa tenggat tanggal 9 September lalu.
(vid/rmd)
Kamis, 15 November 2012
Jokowi Telurkan Ide Pembangunan Masjid Hijau Gaya Betawi
Hari ke-31 Jokowi
Danu Damarjati - detikNews
![]() |
| Jokowi (Sharief) |
"Yang namanya ruang terbuka hijau di Jakarta masih sangat kurang. Sehingga memang perlu tambahan sampai ideal sampai 30 persen. Karena tanpa ruang terbuka hijau akan menybabkan tensi kota itu panas. Ini digerakkan mulai dari masjid (di Jakarta-red) yang jumlahnya 8.000-an masjid," kata Jokowi usai menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Agung Sunda Kelapa di Jl Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2012).
Selain memanfaatkan yang sudah ada, Jokowi juga berencana membangun rumah ibadah umat Islam yang baru. Rencananya pembangunan akan dimulai tahun depan di daerah Jakarta Barat.
"Nanti dimulai di Jakbar dulu karena lahannya ada. Nanti tahun depan dimulai. Di Kapuk ada lahan 4 hektar lebih," ujarnya.
Jokowi beranggapan arsitektur betawi cocok diterapkan pada masjid yang akan dibangun. Banyaknya pepohonan sesuai untuk memadukan rumah ibadah dengan lahan terbuka hijau.
"Kita lihat karakter masjid-masjid lama di sini mnurut saya sangat bagus sekali," imbuhnya.
(gah/van)
Rabu, 14 November 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Puluhan Bangunan Liar di Bantaran Kali Sekretaris Ditertibkan
Written by Ajie Humas JB
Pemkot Jakarta Barat menertibkan bangunan liar di bantaran Kali Sekretaris, RW 01 Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Selasa (15/5). Bangunan liar berupa lapak dan tempat usaha yang ditertibkan mencapai sekitar 60 unit terdiri atas kios rokok, warung makanan, tempat pencucian motor, penyimpanan kayu dan besi bekas.
Penertiban melibatkan sekitar 40 personel gabungan. Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin yang meninjau langsung penertiban juga turut membantu petugas mendorong satu kios di bantaran kali yang ditertibkan.
Kali Sekretaris di wilayah RW 01 Kedoya Selatan itu tidak berfungsi normal karena terjadi pendangkalan lumpur. Bangunan liar di atas bantaran kali menyebabkan tidak berfungsinya aliran air. Selain membongkar bangunan liar, petugas juga mengeruk lumpur kali dengan alat berat.
Menurut warga sekitar, lumpur kali di lokasi tersebut sudah sekitar lima tahun tak pernah dikeruk. Akibatnya jika hujan deras air meluap ke permukaan dan menggenangi hunian warga sekitar.
Wali Kota H Burhanuddin mengaku prihatin menyaksikan kondisi kali dan minimnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. “Seharusnya warga menyadari pentingnya menjaga kebersihan kali dan lingkungan serta tidak mendirikan bangunan di atas bantaran kali atau saluran penghubung,” ujarnya.
Wali Kota meminta RT, RW, LMK dan pimpinan wilayah bersama-sama menjaga dan menata lingkungannya. ”Ke depan tidak ada lagi bangunan liar di atas bantaran kali atau saluran penghubung, sehingga kali dapat berfungsi dengan baik untuk meminimalisir terjadinya genangan air di sekitar permukiman warga,” imbuhnya.
Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat, R Heryanto mengatakan lumpur kali tersebut sudah mengeras sehingga dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar untuk bermain bola. Awalnya kali itu memiliki kedalaman 5 meter engan lebar sekitar 80 meter. Namun kini dalamnya hanya tinggal 1,5 meter dan lebarnya menyempit menjadi sekitar 40 meter. “Sudin PU Tata Air Jakarta Barat membantu Dinas PU DKI melakukan pengerukan dan pembongkaran bangunan di atas bantaran kali ini,” ujarnya. (nms/aji)
Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 12:21
Pemkot Jakarta Barat menertibkan bangunan liar di bantaran Kali Sekretaris, RW 01 Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Selasa (15/5). Bangunan liar berupa lapak dan tempat usaha yang ditertibkan mencapai sekitar 60 unit terdiri atas kios rokok, warung makanan, tempat pencucian motor, penyimpanan kayu dan besi bekas.
Penertiban melibatkan sekitar 40 personel gabungan. Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin yang meninjau langsung penertiban juga turut membantu petugas mendorong satu kios di bantaran kali yang ditertibkan.
Kali Sekretaris di wilayah RW 01 Kedoya Selatan itu tidak berfungsi normal karena terjadi pendangkalan lumpur. Bangunan liar di atas bantaran kali menyebabkan tidak berfungsinya aliran air. Selain membongkar bangunan liar, petugas juga mengeruk lumpur kali dengan alat berat.
Menurut warga sekitar, lumpur kali di lokasi tersebut sudah sekitar lima tahun tak pernah dikeruk. Akibatnya jika hujan deras air meluap ke permukaan dan menggenangi hunian warga sekitar.
Wali Kota H Burhanuddin mengaku prihatin menyaksikan kondisi kali dan minimnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. “Seharusnya warga menyadari pentingnya menjaga kebersihan kali dan lingkungan serta tidak mendirikan bangunan di atas bantaran kali atau saluran penghubung,” ujarnya.
Wali Kota meminta RT, RW, LMK dan pimpinan wilayah bersama-sama menjaga dan menata lingkungannya. ”Ke depan tidak ada lagi bangunan liar di atas bantaran kali atau saluran penghubung, sehingga kali dapat berfungsi dengan baik untuk meminimalisir terjadinya genangan air di sekitar permukiman warga,” imbuhnya.
Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat, R Heryanto mengatakan lumpur kali tersebut sudah mengeras sehingga dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar untuk bermain bola. Awalnya kali itu memiliki kedalaman 5 meter engan lebar sekitar 80 meter. Namun kini dalamnya hanya tinggal 1,5 meter dan lebarnya menyempit menjadi sekitar 40 meter. “Sudin PU Tata Air Jakarta Barat membantu Dinas PU DKI melakukan pengerukan dan pembongkaran bangunan di atas bantaran kali ini,” ujarnya. (nms/aji)
Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 12:21
Wali Kota Minta Warga Masuk Anggota KJK
Written by Ajie Humas JB
Warga Jakarta Barat diminta memanfaatkan dana bergulir dari Pemprov DKI Jakarta yang disalurkan melalui Koperasi Jasa Kelurahan (KJK). Dana ini bisa digunakan dalam upaya membantu warga yang mendirikan usaha mandiri.
Dikatakan, Pemprov DKI menggulirkan dana melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahaan (PEMK). Dana yang disalurkan melalui KJK itu digunakan untuk membantu warga yang sedang membuka usaha. “Kita manfaatkan dana tersebut. Untuk itu segera mendaftar menjadi anggota KJK di masing-masing kelurahan. Cari sumber dana itu buat usaha,” imbuh Wali Kota.
Selain memanfaatkan dana bergulir, Pemprov DKI juga memberikan dana operasional RT dan RW dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kegiatan masyarakat. “Kita harus berbangga hati karena RT dan RW di Jakarta mendapatkan dana operasional. Apalagi wilayah Jakarta ditiru oleh daerah lain dalam upaya peningkatan dan pembenahan lingkungan,” ujarnya.
Untuk bidang kesehatan, sambungnya, juga membanggakan. Karena pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta khususnya Jakarta Barat, sudah sesuai standar internasional. “Kita tidak perlu menyombongkan diri, dengan Rp 2000 kita mendapatkan perawatan dari dokter dan diberikan obat bukan generik, melainkan obat terbaik di dunia. Apalagi berdasarkan studi banding, pelayanan kesehatan di Jakarta masih yang terbaik dibandingkan daerah lain,” kata Wali Kota.
Sementara Ketua TP PKK DKI Hj Tatiek Fauzi Bowo lebih menekankan pada fungsi dan tugas kelompok dasawisma RW 05 Kelurahan Tamansari. Istri orang nomor satu di DKI ini meminta kelompok dasawisma dapat menjalankan perannya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga. “Inti acara ini adalah pengukuhan kelompok dasawisma yang anggotanya berjumlah 500 orang. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menindaklanjuti agar ke depannya berjalan baik,” jelasnya.
Menyinggung soal percepatan pemberdayaan masyarakat, Lurah Tamansari Djaharudin, mengaku pihaknya telah menjalankan program Pemprov DKI itu. ”RW 05 ini merupakan salah satu RW binaan Pemprov DKI. Dimana kami sangat mendukung program gubernur dalam menuntaskan RW kumuh,” tuturnya. Diungkapkan, sebanyak 8 RW di wilayahnya tidak termasuk kategori RW kumuh. Namun tetap membutuhkan adanya program percepatan pemberdayaan masyarakat.
Dijelaskan, program percepatan pemberdayaan masyarakat itu bisa dilihat adanya pemanfaatan dana bergulir dari KJK. Dimana setiap warga yang memiliki usaha dan sudah mengusulkan data usaha di tingkat RW, akan mendapatkan dana tersebut.
“Dana ini diperuntukkan untuk pedagang peti, bakso dan soto. Sebagai dana awal, kami sudah menyalurkan dana sekitar Rp 250 juta. Nantinya dana dari KJK ini akan kembali lagi ke pemerintah. Setelah itu dana digulirkan kembali untuk warga yang memerlukan bantuan dalam menjalankan usaha,” jelasnya. Selain pengguliran dana, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa pemberian alat permainan edukatif kepada tiga PAUD di wilayah Tamansari di RW 02, 07 dan RW 05.
Camat Tamansari, Imron menambahkan dana bergulir itu dimanfaatkan warga untuk mengembangkan usaha. Tapi ada aturan-aturan dari KJK yang boleh menggunakan dana tersebut untuk usaha. “Jadi ada klasifikasi dana yang dipinjam warga ini. Kita lihat usaha mereka, apakah bisa mendapatkan bantuan dana pinjaman atau tidak,” jelasnya. (why/aji)
Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 12:34
Warga Jakarta Barat diminta memanfaatkan dana bergulir dari Pemprov DKI Jakarta yang disalurkan melalui Koperasi Jasa Kelurahan (KJK). Dana ini bisa digunakan dalam upaya membantu warga yang mendirikan usaha mandiri.
Demikian
dijelaskan Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin saat sambutan pada
acara program percepatan pemberdayaan masyarakat di RW binaan 05
Kelurahan Tamasari Kecamatan Tamansari, Selasa (15/5) pagi. Acara
dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Hj Tatiek Fauzi Bowo, Ketua
TP PKK Jakarta Barat Hj Emma Suhaema Burhanuddin, Camat Tamansari Imron
Sjahrin, Lurah Tamansari Djaharuddin, Ketua PKK Kecamatan Tamansari Ewa
Imron, kader PKK setempat dan tokoh masyarakat.
Dikatakan, Pemprov DKI menggulirkan dana melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahaan (PEMK). Dana yang disalurkan melalui KJK itu digunakan untuk membantu warga yang sedang membuka usaha. “Kita manfaatkan dana tersebut. Untuk itu segera mendaftar menjadi anggota KJK di masing-masing kelurahan. Cari sumber dana itu buat usaha,” imbuh Wali Kota.
Selain memanfaatkan dana bergulir, Pemprov DKI juga memberikan dana operasional RT dan RW dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kegiatan masyarakat. “Kita harus berbangga hati karena RT dan RW di Jakarta mendapatkan dana operasional. Apalagi wilayah Jakarta ditiru oleh daerah lain dalam upaya peningkatan dan pembenahan lingkungan,” ujarnya.
Untuk bidang kesehatan, sambungnya, juga membanggakan. Karena pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta khususnya Jakarta Barat, sudah sesuai standar internasional. “Kita tidak perlu menyombongkan diri, dengan Rp 2000 kita mendapatkan perawatan dari dokter dan diberikan obat bukan generik, melainkan obat terbaik di dunia. Apalagi berdasarkan studi banding, pelayanan kesehatan di Jakarta masih yang terbaik dibandingkan daerah lain,” kata Wali Kota.
Sementara Ketua TP PKK DKI Hj Tatiek Fauzi Bowo lebih menekankan pada fungsi dan tugas kelompok dasawisma RW 05 Kelurahan Tamansari. Istri orang nomor satu di DKI ini meminta kelompok dasawisma dapat menjalankan perannya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga. “Inti acara ini adalah pengukuhan kelompok dasawisma yang anggotanya berjumlah 500 orang. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menindaklanjuti agar ke depannya berjalan baik,” jelasnya.
Menyinggung soal percepatan pemberdayaan masyarakat, Lurah Tamansari Djaharudin, mengaku pihaknya telah menjalankan program Pemprov DKI itu. ”RW 05 ini merupakan salah satu RW binaan Pemprov DKI. Dimana kami sangat mendukung program gubernur dalam menuntaskan RW kumuh,” tuturnya. Diungkapkan, sebanyak 8 RW di wilayahnya tidak termasuk kategori RW kumuh. Namun tetap membutuhkan adanya program percepatan pemberdayaan masyarakat.
Dijelaskan, program percepatan pemberdayaan masyarakat itu bisa dilihat adanya pemanfaatan dana bergulir dari KJK. Dimana setiap warga yang memiliki usaha dan sudah mengusulkan data usaha di tingkat RW, akan mendapatkan dana tersebut.
“Dana ini diperuntukkan untuk pedagang peti, bakso dan soto. Sebagai dana awal, kami sudah menyalurkan dana sekitar Rp 250 juta. Nantinya dana dari KJK ini akan kembali lagi ke pemerintah. Setelah itu dana digulirkan kembali untuk warga yang memerlukan bantuan dalam menjalankan usaha,” jelasnya. Selain pengguliran dana, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa pemberian alat permainan edukatif kepada tiga PAUD di wilayah Tamansari di RW 02, 07 dan RW 05.
Camat Tamansari, Imron menambahkan dana bergulir itu dimanfaatkan warga untuk mengembangkan usaha. Tapi ada aturan-aturan dari KJK yang boleh menggunakan dana tersebut untuk usaha. “Jadi ada klasifikasi dana yang dipinjam warga ini. Kita lihat usaha mereka, apakah bisa mendapatkan bantuan dana pinjaman atau tidak,” jelasnya. (why/aji)
Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 12:34
Minggu, 10 Juli 2011
Pemukiman Kian Padat Picu Tawuran Antar Warga Jakarta
RMOL. Transisi besar-besaran di Jakarta, seperti perubahan daerah permukiman menjadi daerah perekonomian, kian tak terkendali. Hal ini ditengarai menjadi pemicu konflik sosial. Salah satunya adalah dalam bentuk tawuran.
Hal itu disampaikan pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono, berkaitan seringnya terjadi aksi tawuran antar warga di Jakarta. Termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Tidak terkendalinya perubahan kawasan permukiman ini, kata Bambang, juga termasuk kurangnya fasilitas umum yang mendorong kegiatan positif di tengah masyarakat. Hal ini membuat masyarakat tak nyaman lagi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Agar kehidupan sosial masyarakat sehat, lanjut Bambang, perlu didukung lingkungan yang sehat.
“Masyarakat Jakarta sekarang cenderung hidup dalam lingkungan yang kurang sehat secara sosial. Secara tidak langsung, ini membentuk masyarakat menjadi bermasalah secara sosial. Jadi tingginya angka statistik tawuran antar warga di Jakarta bisa dimaklumi,” jelasnya.
Seperti diketahui, kasus tawuran antar warga yang terjadi akhir-akhir ini menjadi permasalahan serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 20 kasus tawuran terjadi di ibukota. Yang terbaru, bulan ini terjadi dua kasus. Satu kasus di Johar Baru, Jakarta Pusat dan satu kasus lagi di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.
Penataan kota serta peruntukan wilayah di Jakarta, masih menurut Bambang, sudah tidak jelas lagi. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat permukiman, mestinya tidak sekaligus dijadikan tempat kegiatan perekonomian seperti gedung-gedung perkantoran.
“Di wilayah yang tata ruang yang kacau seperti Jakarta, sulit membentuk pola kehidupan sosial yang ideal. Perlu interaksi antar masyarakat yang baik, komunikasi serta kegiatan-kegiatan lain yang positif,” ujarnya.
Perlu ada tindakan nyata dari Pemprov DKI Jakarta untuk menata lingkungan sosial, lanjut Bambang. Dia menyarankan pemprov memperbaiki lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi lebih baik.
Apalagi, nilainya, gaya hidup masyarakat Jakarta yang berkembang sekarang mengarah ke sikap individualistis. Antar masyarakat cenderung acuh. Komunikasi terjalin kurang baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang bisa menjadi konflik sosial.
Bambang menyarankan agar pemprov lebih banyak membuat tempat-tempat publik seperti taman dan lapangan umum. Selain baik untuk lingkungan hidup, tempat-tempat ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi antar masyarakat. “Dengan demikian, masyarakat punya tempat menyalurkan kegiatan ke hal-hal yang positif,” jelasnya. [rm]
Hal itu disampaikan pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono, berkaitan seringnya terjadi aksi tawuran antar warga di Jakarta. Termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Tidak terkendalinya perubahan kawasan permukiman ini, kata Bambang, juga termasuk kurangnya fasilitas umum yang mendorong kegiatan positif di tengah masyarakat. Hal ini membuat masyarakat tak nyaman lagi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Agar kehidupan sosial masyarakat sehat, lanjut Bambang, perlu didukung lingkungan yang sehat.
“Masyarakat Jakarta sekarang cenderung hidup dalam lingkungan yang kurang sehat secara sosial. Secara tidak langsung, ini membentuk masyarakat menjadi bermasalah secara sosial. Jadi tingginya angka statistik tawuran antar warga di Jakarta bisa dimaklumi,” jelasnya.
Seperti diketahui, kasus tawuran antar warga yang terjadi akhir-akhir ini menjadi permasalahan serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 20 kasus tawuran terjadi di ibukota. Yang terbaru, bulan ini terjadi dua kasus. Satu kasus di Johar Baru, Jakarta Pusat dan satu kasus lagi di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.
Penataan kota serta peruntukan wilayah di Jakarta, masih menurut Bambang, sudah tidak jelas lagi. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat permukiman, mestinya tidak sekaligus dijadikan tempat kegiatan perekonomian seperti gedung-gedung perkantoran.
“Di wilayah yang tata ruang yang kacau seperti Jakarta, sulit membentuk pola kehidupan sosial yang ideal. Perlu interaksi antar masyarakat yang baik, komunikasi serta kegiatan-kegiatan lain yang positif,” ujarnya.
Perlu ada tindakan nyata dari Pemprov DKI Jakarta untuk menata lingkungan sosial, lanjut Bambang. Dia menyarankan pemprov memperbaiki lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi lebih baik.
Apalagi, nilainya, gaya hidup masyarakat Jakarta yang berkembang sekarang mengarah ke sikap individualistis. Antar masyarakat cenderung acuh. Komunikasi terjalin kurang baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang bisa menjadi konflik sosial.
Bambang menyarankan agar pemprov lebih banyak membuat tempat-tempat publik seperti taman dan lapangan umum. Selain baik untuk lingkungan hidup, tempat-tempat ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi antar masyarakat. “Dengan demikian, masyarakat punya tempat menyalurkan kegiatan ke hal-hal yang positif,” jelasnya. [rm]
Jumat, 18 Maret 2011
Antisipasi Bom Buku, Polri Minta Masyarakat Waspadai Warga Pendatang
Aprizal Rahmatullah - detikNews
Jakarta - Mabes Polri mensinyalir pelaku teror bom buku hidup berada di tengah masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mencurigai setiap warga pendatang.
"Polri sangat mengharapkan informasi. Mengantisipasi aksi teror ini kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (18/3/2011).
Boy meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan di sekitar lingkungan. Seperti aturan wajib lapor kepada pejabat berwenang agar mempersempit ruang gerak pelaku.
"Aktivitas wajib lapor terhadap pendatang baru kepada RT RW di lingkungan sekitar," jelasnya.
Boy mengimbau agar masyarakat jangan segan melapor kepada polisi atau aparat setempat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. "Kami yakin para pelaku ini adalah orang yang berbaur dengan masyarakat. Apakah dia di Jakarta atau di luar Jakarta," imbuh Boy.
"Silakan melapor kepada kami. Kami tentu akan melakukan tindakan untuk mengantisipasi," tandasnya.
(ape/nrl)
Jakarta - Mabes Polri mensinyalir pelaku teror bom buku hidup berada di tengah masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mencurigai setiap warga pendatang.
"Polri sangat mengharapkan informasi. Mengantisipasi aksi teror ini kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (18/3/2011).
Boy meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan di sekitar lingkungan. Seperti aturan wajib lapor kepada pejabat berwenang agar mempersempit ruang gerak pelaku.
"Aktivitas wajib lapor terhadap pendatang baru kepada RT RW di lingkungan sekitar," jelasnya.
Boy mengimbau agar masyarakat jangan segan melapor kepada polisi atau aparat setempat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. "Kami yakin para pelaku ini adalah orang yang berbaur dengan masyarakat. Apakah dia di Jakarta atau di luar Jakarta," imbuh Boy.
"Silakan melapor kepada kami. Kami tentu akan melakukan tindakan untuk mengantisipasi," tandasnya.
(ape/nrl)
Selasa, 08 Maret 2011
KEMBALI KE TITIK NOL
Oleh: Amir Syarif Siregar
KALIMANTAN BARAT - DETIK Travel-Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat, Pontianak saat ini telah jauh berkembang. Beberapa pengunjung bahkan mulai membandingkan tingkat kepadatan kota ini dengan tingkat kepadatan kota-kota besar lain di Indonesia seperti Medan ataupun Bandung. Tak jarang, ketika kemacetan mulai mendera, beberapa bahkan mulai berceloteh bahwa Pontianak semakin meniru Jakarta. Tak hanya dari tingkat kemacetan, jika dilihat dari sekilas masyarakatnya yang berlalu lalang serta bangunan-bangunan besar yang berada di pusat kota, memang Pontianak telah berada di tingkat yang hampir setara dengan Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya.
Berbicara mengenai Pontianak tentu saja tidak akan lepas dari membicarakan letak geografis kota ini yang dilalui oleh garis lintang nol derajat Bumi atau yang lazim disebut sebagai garis khatulistiwa. Hal ini memang telah menjadi salah satu ciri khusus dari kota ini, yang ditandai dengan pembangunan sebuah monumen khusus di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara yang dikenal dengan nama Monumen Equator. Selain penanda kota, bentuknya yang khas ternyata juga mampu menarik perhatian para pengunjung untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu obyek wisata selama mereka berada di Pontianak.
Awalnya, bangunan Monumen Equator sendiri tidak semegah sekarang. Dibangun pada tahun 1928, yang terdapat di wilayah tersebut hanyalah sebuah tonggak dengan anak panah yang berada di atasnya. Pemilihan wilayah tempat peletakan tonggak tersebut tentu dilakukan dengan sangat hati-hati. Dilakukan oleh sebuah ekspedisi yang datang dari Belanda, tempat peletakan tonggak itu sendiri merupakan titik tepat dimana kota Pontianak benar-benar berada di bawah garis lintang nol derajat Bumi. Dua tahun kemudian, tonggak tersebut kemudian disempurnakan dengan penambahan lingkaran di sekitar anak panah. Setelah beberapa kali direnovasi, Monumen Equator tersebut kembali mengalami renovasi pada tahun 1990 dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya sendiri dilakukan pada tanggal 21 September 1991. Sekelumit kisah ini dapat dilihat oleh para pengunjung dalam sebuah catatan yang terdapat di dalam Monumen Equator tersebut.
Puas berkeliling dalam gedung Monumen Equator -- yang diisi dengan banyk pengetahuan mengenai astronomi dan sejarahnya -- pengunjung dapat membeli beberapa cinderamata di sebuah toko yang terletak tidak jauh dari Monumen Equator sendiri.
(Amir Syarif Siregar / gst)
Kamis, 24 Februari 2011
UGM Ciptakan Pengisap Jentik Nyamuk
Editor: yuli
Jumat, 18 Februari 2011 | 07:04 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menciptakan alat isap jentik nyamuk elektrik mekanik sederhana yang diberi nama Gama Kuras.
"Gama Kuras adalah alat untuk membersihkan jentik nyamuk di bak mandi atau bak penampungan air tanpa menguras atau membuang air di bak," kata Ketua Tim Pencipta Gama Kuras Tri Baskoro Unggul Saptoto di Yogyakarta, Jumat (18/2/2011).
Alat itu dapat digerakkan mengikuti sasaran jentik nyamuk yang akan dituju. Alat ini tidak menggunakan bahan kimia racun pembunuh jentik nyamuk.
Ia mengatakan, keunggulan Gama Kuras antara lain sebagai alat isap elektrik mekanik dengan sistem resirkulasi air yang mampu menangkap 50 jentik nyamuk dalam waktu 140 detik.
"Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi membuang air dengan sia-sia saat menguras bak untuk membersihkan jentik nyamuk," kata Ketua Minat Entomologi Kedokteran Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM ini.
Menurut dia, pembuatan prototipe Gama Kuras sangat sederhana. Alat itu menggunakan pompa aerator dengan daya isap maksimum dan dihubungkan dengan sebuah botol plastik berlubang kecil pada dindingnya dengan dibalut kain yang berfungsi sebagai penyaring (filter).
"Jentik yang terisap kemudian akan masuk ke perangkap saringan, sedangkan air akan kembali ke bak penampungan sehingga tidak ada air yang terbuang. Semua komponen lokal tersebut disatukan di sebuah pipa pralon yang berfungsi sebagai pegangan," katanya.
Ia berharap ada mitra usaha yang bisa bekerja sama untuk menyederhanakan bentuk dan memproduksi alat tersebut.
Dengan demikian, menurut dia, alat itu dapat diproduksi dalam jumlah banyak guna menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.
"Penggunaan alat ini merupakan cara yang efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue karena membersihkan jentik nyamuk di tempat apa pun merupakan cara paling jitu dalam menurunkan populasi nyamuk penular penyakit itu," katanya.
"Gama Kuras adalah alat untuk membersihkan jentik nyamuk di bak mandi atau bak penampungan air tanpa menguras atau membuang air di bak," kata Ketua Tim Pencipta Gama Kuras Tri Baskoro Unggul Saptoto di Yogyakarta, Jumat (18/2/2011).
Alat itu dapat digerakkan mengikuti sasaran jentik nyamuk yang akan dituju. Alat ini tidak menggunakan bahan kimia racun pembunuh jentik nyamuk.
Ia mengatakan, keunggulan Gama Kuras antara lain sebagai alat isap elektrik mekanik dengan sistem resirkulasi air yang mampu menangkap 50 jentik nyamuk dalam waktu 140 detik.
"Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi membuang air dengan sia-sia saat menguras bak untuk membersihkan jentik nyamuk," kata Ketua Minat Entomologi Kedokteran Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM ini.
Menurut dia, pembuatan prototipe Gama Kuras sangat sederhana. Alat itu menggunakan pompa aerator dengan daya isap maksimum dan dihubungkan dengan sebuah botol plastik berlubang kecil pada dindingnya dengan dibalut kain yang berfungsi sebagai penyaring (filter).
"Jentik yang terisap kemudian akan masuk ke perangkap saringan, sedangkan air akan kembali ke bak penampungan sehingga tidak ada air yang terbuang. Semua komponen lokal tersebut disatukan di sebuah pipa pralon yang berfungsi sebagai pegangan," katanya.
Ia berharap ada mitra usaha yang bisa bekerja sama untuk menyederhanakan bentuk dan memproduksi alat tersebut.
Dengan demikian, menurut dia, alat itu dapat diproduksi dalam jumlah banyak guna menekan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.
"Penggunaan alat ini merupakan cara yang efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit demam berdarah dengue karena membersihkan jentik nyamuk di tempat apa pun merupakan cara paling jitu dalam menurunkan populasi nyamuk penular penyakit itu," katanya.
Sumber :ANT
Rabu, 26 Januari 2011
BULAN JANUARI 2011 SUDAH 10 WARGA TESERANG DBD
Kebon Jeruk 26 Januari 2011- Lurah Kebon Jeruk dan Kepala Puskesmas Kebon Jeruk Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat mengundang para Ketua RW, Ketua RT dan para Kader Jumantik se Kelurahan Kebon Jeruk dalam rangka menjelaskan bahwa Demam Berdarah sudah menghawatirkan menjangkiti warga Kelurahan Kebon Jeruk karena di bulan Januari 2011 saja sudah sebanyak 10 orang warga sudah terserang DBD walaupun tidak sampai ada korban meninggal harus diwaspadai.
Kepala Puskesmas Kebon Jeruk mengingatkan kepada para Kader Jumantik dan Pengurus RT dan RW untuk meningkatkan PSN ( Pemberatasan Sarang Nyamuk ) setiap Jumat, dijelaskan lebih lanjut bahwa nyamuk pembawa virus DBD mencari makan / menggigit pada siang hari dan hampir dipastikan bahwa nyamuk yang terbang disiang hari adalah pembawa virus DBD dengan ciri-ciri warna hitam berbintik putih dengan siklus dari larva (jentik) menjadi nyamuk dewasa selama satu minggu, disarankan kepada putra putrinya diberikan lotion anti nyamuk ketika berada di sekolah karena dikhawatirkan terjangkit dari tempat lain.
Kepala Puskesmas Kebon Jeruk mengingatkan kepada para Kader Jumantik dan Pengurus RT dan RW untuk meningkatkan PSN ( Pemberatasan Sarang Nyamuk ) setiap Jumat, dijelaskan lebih lanjut bahwa nyamuk pembawa virus DBD mencari makan / menggigit pada siang hari dan hampir dipastikan bahwa nyamuk yang terbang disiang hari adalah pembawa virus DBD dengan ciri-ciri warna hitam berbintik putih dengan siklus dari larva (jentik) menjadi nyamuk dewasa selama satu minggu, disarankan kepada putra putrinya diberikan lotion anti nyamuk ketika berada di sekolah karena dikhawatirkan terjangkit dari tempat lain.
Selasa, 28 Desember 2010
Jebakan 'Bangsal Bersalin' untuk Cegah Nyamuk Demam Berdarah
Merry Wahyuningsih - detikHealthNew Orleans, Penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah makin merajalela, tak hanya di Indonesia tetapi juga negara-negara tropis lainnya. Untuk mengatasinya, kini peneliti sedang mengembangkan perangkap baru berupa 'bangsal bersalin' untuk mencegah penyebaran dan penularan demam berdarah.
Peneliti di Tulane University tengah mengembangkan jebakan yang inovatif untuk melawan demam berdarah. Peneliti merancang semacam bangsal bersalin yang mengandung campuran bahan kimia dan dirancang khusus sebagai tempat bertelur nyamuk.
'Bangsal bersalin' ini dirancang agar nyamuk merasa nyaman dan akhirnya masuk ke tempat tersebut untuk bertelur. Tapi jika nyamuk telah masuk, maka nyamuk beserta calon anak-anaknya tidak akan punya jalan keluar hidup-hidup.
Universitas juga akan mulai studi percontohan untuk melihat apakah galon perangkap berukuran kecil yang efektif, strategi dan murah untuk mencegah penularan demam berdarah, yaitu virus yang ditularkan oleh nyamuk paling luas dan mematikan di dunia.
'Bangsal bersalin' atau perangkap Tulane tersebut tampak seperti tong sampah, kecil hitam dengan ukuran tinggi 12 inci (30,5 cm) dengan lubang dengan tutup atas berwarna merah dan cerah.
Perangkap tersebut berisi campuran air dan atraktan (senyawa kimia yang mempunyai daya tarik terhadap serangga) khusus yang menyerupai tempat ideal bagi nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) untuk bertelur, yaitu seperti campuran bakteri dan daun membusuk.
Air dicampur dengan pestisida untuk membunuh telur nyamuk dan kontainer dipagari dengan kain insektisida yang dirancang untuk membunuh nyamuk dewasa.
"Setelah malaria, demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk yang paling penting di dunia dan merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di daerah tropis," kata Fajar Wesson, profesor kedokteran tropis di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine, dilansir Medindia, Senin (27/12/2010).
Menurut Wesson, saat ini belum ada cara dan juga vaksin atau obat yang dapat digunakan secara luas dan multinasional untuk mengurangi penularan demam berdarah.
Satu-satunya cara efektif untuk menghentikan penularan adalah dengan mengurangi populasi nyamuk, tapi pengendalian nyamuk hampir tidak ada di kebanyakan daerah tempat virus umum ditemukan.
"Itu terlalu mahal dan lingkungan berbahaya menggunakan pestisida secara luas dan banyak. Nyamuk juga telah bisa mengembangkan resistensi terhadap insektisida. Bila perangkap ini berhasil, kami pikir itu dapat mengubah kehidupan orang-orang, terutama yang hidup di daerah tropis," jelas Prof Wesson.
Peneliti berencana untuk menyebarkan 10.000 perangkap ke Iquitos di Peru, sebuah daerah di hutan hujan Amazon yang mana demam berdarah adalah masalah konstan.
Jika perangkap terbukti berhasil, pengujian lebih lanjut akan dilakukan di Karibia dan Thailand.
(mer/ir)
Peneliti di Tulane University tengah mengembangkan jebakan yang inovatif untuk melawan demam berdarah. Peneliti merancang semacam bangsal bersalin yang mengandung campuran bahan kimia dan dirancang khusus sebagai tempat bertelur nyamuk.
'Bangsal bersalin' ini dirancang agar nyamuk merasa nyaman dan akhirnya masuk ke tempat tersebut untuk bertelur. Tapi jika nyamuk telah masuk, maka nyamuk beserta calon anak-anaknya tidak akan punya jalan keluar hidup-hidup.
Universitas juga akan mulai studi percontohan untuk melihat apakah galon perangkap berukuran kecil yang efektif, strategi dan murah untuk mencegah penularan demam berdarah, yaitu virus yang ditularkan oleh nyamuk paling luas dan mematikan di dunia.
'Bangsal bersalin' atau perangkap Tulane tersebut tampak seperti tong sampah, kecil hitam dengan ukuran tinggi 12 inci (30,5 cm) dengan lubang dengan tutup atas berwarna merah dan cerah.
Perangkap tersebut berisi campuran air dan atraktan (senyawa kimia yang mempunyai daya tarik terhadap serangga) khusus yang menyerupai tempat ideal bagi nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) untuk bertelur, yaitu seperti campuran bakteri dan daun membusuk.
Air dicampur dengan pestisida untuk membunuh telur nyamuk dan kontainer dipagari dengan kain insektisida yang dirancang untuk membunuh nyamuk dewasa.
"Setelah malaria, demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk yang paling penting di dunia dan merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di daerah tropis," kata Fajar Wesson, profesor kedokteran tropis di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine, dilansir Medindia, Senin (27/12/2010).
Menurut Wesson, saat ini belum ada cara dan juga vaksin atau obat yang dapat digunakan secara luas dan multinasional untuk mengurangi penularan demam berdarah.
Satu-satunya cara efektif untuk menghentikan penularan adalah dengan mengurangi populasi nyamuk, tapi pengendalian nyamuk hampir tidak ada di kebanyakan daerah tempat virus umum ditemukan.
"Itu terlalu mahal dan lingkungan berbahaya menggunakan pestisida secara luas dan banyak. Nyamuk juga telah bisa mengembangkan resistensi terhadap insektisida. Bila perangkap ini berhasil, kami pikir itu dapat mengubah kehidupan orang-orang, terutama yang hidup di daerah tropis," jelas Prof Wesson.
Peneliti berencana untuk menyebarkan 10.000 perangkap ke Iquitos di Peru, sebuah daerah di hutan hujan Amazon yang mana demam berdarah adalah masalah konstan.
Jika perangkap terbukti berhasil, pengujian lebih lanjut akan dilakukan di Karibia dan Thailand.
(mer/ir)
Minggu, 12 Desember 2010
ICW Datangi Kejati DKI Terkait Dana BOS
Jakarta (ANTARA) - Indonesia Corruption Watch (ICW) segera mendatangi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta guna mengklarifikasi keberadaan bukti-bukti awal dugaan korupsi Rp4,5 miliar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 012 Rawamangun Pagi, Jakarta .
Berdasar keterangan tertulis Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, di Jakarta, Minggu, ICW akan mengklarifikasi pada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Soedibyo, terkait pernyataan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jakarta bahwa Kejati DKI Jakarta belum menyerahkan bukti-bukti awal yang memadai untuk dilakukan audit investigatif terkait dugaan korupsi dana BOS di SDN 012 Rawamangun.
Sebelumnya surat BPKP perwakilan Jakarta kepada Kejati DKI Jakarta tertanggal 10 November 2010 menyatakan "tidak ditemukan bukti-bukti awal penyimpangan" dalam pengelolaan dana BOS, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Dana Bantuan (Block Grant) pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Komite Sekolah di SDN 012 Rawamangun pagi.
Berdasarkan klarifikasi ICW dengan Deputi Audit Investigatif BPKP, Suradji, dan Kepala BPKP Perwakilan 2 DKI Jakarta diketahui bahwa alasan BPKP tidak menemukan bukti-bukti awal penyimpangan terkait kasus tersebut karena Kejati Jakarta belum menyerahkan bukti-bukti awal yang memadai untuk dilakukan audit investigatif.
BPKP Perwakilan Jakarta akhirnya memutuskan menunda audit terhadap dugaan dana yang diselewengkan di SDN 012 Rawamangun, katanya.
Perlu audit
Kajati DKI Jakarta, Soedibyo sendiri menyatakan belum dapat menetapkan tersangka dari kasus dugaan korupsi dana BOS, BOP, dan Dana Bantuan pada RSBI dan Komite Sekolah SDN 012 Rawamangun karena membutuhkan audit kerugian negara atau daerah oleh BPKP.
Ia mengatakan kehadiran ICW di Kejati DKI Jakarta pada hari Senin (13/12), selain mengklarifikasi informasi BPKP tersebut, sekaligus memantau kinerja pengusutan kasus korupsi dan bahan untuk pelaporan kinerja Kajati dan stafnya kepada Kejaksaan Agung, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
BPK Perwakilan Jakarta sebelumnya menemukan indikasi dan potensi kerugian negara paling sedikit R 5,7 miliar dalam pengelolaan dana BOS, BOP, dan Dana Bantuan RSBI di tujuh sekolah negeri Jakarta.
Kerugian negara terjadi antara lain, karena tidak disalurkannya dana tersebut oleh smp induk pada pengelola TKBM, pembayaran honor tidak didasari pada suatu kegiatan, pemeliharaan tidak sesuai petunjuk teknis, penggunaan dana tidak didukung bukti memadai, kelebihan pembayaran honor, pembelian kebutuhan sekolah tidak diyakini kebenarannya.
Duplikasi pembayaran atas pengeluaran makan dan minum, laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pada Sudin Pendidikan tidak sesuai realisasi, pertanggungjawaban dana BOS dan BOP hilang, serta menggunakan materai yang belum berlaku.
Berdasar keterangan tertulis Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, di Jakarta, Minggu, ICW akan mengklarifikasi pada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Soedibyo, terkait pernyataan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jakarta bahwa Kejati DKI Jakarta belum menyerahkan bukti-bukti awal yang memadai untuk dilakukan audit investigatif terkait dugaan korupsi dana BOS di SDN 012 Rawamangun.
Sebelumnya surat BPKP perwakilan Jakarta kepada Kejati DKI Jakarta tertanggal 10 November 2010 menyatakan "tidak ditemukan bukti-bukti awal penyimpangan" dalam pengelolaan dana BOS, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Dana Bantuan (Block Grant) pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Komite Sekolah di SDN 012 Rawamangun pagi.
Berdasarkan klarifikasi ICW dengan Deputi Audit Investigatif BPKP, Suradji, dan Kepala BPKP Perwakilan 2 DKI Jakarta diketahui bahwa alasan BPKP tidak menemukan bukti-bukti awal penyimpangan terkait kasus tersebut karena Kejati Jakarta belum menyerahkan bukti-bukti awal yang memadai untuk dilakukan audit investigatif.
BPKP Perwakilan Jakarta akhirnya memutuskan menunda audit terhadap dugaan dana yang diselewengkan di SDN 012 Rawamangun, katanya.
Perlu audit
Kajati DKI Jakarta, Soedibyo sendiri menyatakan belum dapat menetapkan tersangka dari kasus dugaan korupsi dana BOS, BOP, dan Dana Bantuan pada RSBI dan Komite Sekolah SDN 012 Rawamangun karena membutuhkan audit kerugian negara atau daerah oleh BPKP.
Ia mengatakan kehadiran ICW di Kejati DKI Jakarta pada hari Senin (13/12), selain mengklarifikasi informasi BPKP tersebut, sekaligus memantau kinerja pengusutan kasus korupsi dan bahan untuk pelaporan kinerja Kajati dan stafnya kepada Kejaksaan Agung, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
BPK Perwakilan Jakarta sebelumnya menemukan indikasi dan potensi kerugian negara paling sedikit R 5,7 miliar dalam pengelolaan dana BOS, BOP, dan Dana Bantuan RSBI di tujuh sekolah negeri Jakarta.
Kerugian negara terjadi antara lain, karena tidak disalurkannya dana tersebut oleh smp induk pada pengelola TKBM, pembayaran honor tidak didasari pada suatu kegiatan, pemeliharaan tidak sesuai petunjuk teknis, penggunaan dana tidak didukung bukti memadai, kelebihan pembayaran honor, pembelian kebutuhan sekolah tidak diyakini kebenarannya.
Duplikasi pembayaran atas pengeluaran makan dan minum, laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pada Sudin Pendidikan tidak sesuai realisasi, pertanggungjawaban dana BOS dan BOP hilang, serta menggunakan materai yang belum berlaku.
Selasa, 07 Desember 2010
MUI Luruskan Sisi Keagamaan Terkait Mbah Priok
Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan meluruskan sisi keagamaan terkait makam Mbah Priok di Taman Pemakaman Umum (TPU) Koja, Jakarta Utara yang menimbulkan kerusuhan ketika akan ditertibkan oleh Satpol PP pada 14 April lalu.
"Ada banyak yang perlu diluruskan terkait sisi keagamaan karena mengalami kekeliruan. Tetapi saya tidak bisa detail menyampaikannya karena sangat sensitif," kata seorang anggota tim peneliti MUI Roby Nurhadi ketika menyampaikan hasil penelitian ke Gubernur Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Senin.
Penelitian yang dilakukan MUI DKI itu juga menggandeng sejarawan seperti Alwi Shihab dan JJ Rizal, para pakar dari Universitas Indonesia dan termasuk ahli dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Semua itu dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu hasil penelitian kita, tidak berdasarkan meja-meja rapat atau berdasarkan perasaan, melainkan melalui riset yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan," kata Roby.
Dari hasil penelitian yang memakan waktu lumayan lama tersebut, MUI merekomendasikan perlu adanya pelurusan sejarah dan pemindahan makam.
Salah satu hasil yang ditemukan adalah bahwa tanggal kelahiran Habib Hasan Al Hadad bukan pada abad 17 seperti yang diklaim selama ini melainkan lahir pada abad 18, kata Roby.
Begitu juga dengan waktu meninggal, penelitian MUI tersebut menemukan bahwa Habib Hasan Al Hadad meninggal pada tahun 1927 bukan pada abad 18.
"Kami juga menemukan makam Mbah Priok sudah dipindahkan ke TPU Semper dari TPU Dobo, Jakarta Utara. Kami memiliki dokumen yang menegaskan hal itu dan sebagian pihak dari Mbah Priok mengakui kebenarannya," ujar Roby.
Sementara terkait dengan masalah keagamaan, MUI merekomendasikan supaya umat Islam tidak bersikap berlebihan dalam memuja Mbah Priok yang dalam kerusuhan bulan April lalu menelan korban tewas tiga petugas Satpol PP dan ratusan orang lainnya luka-luka.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai melakukan sosialisasi hasil penelitian MUI itu minggu depan kepada masyarakat luas.
"Saya sudah terima hasil penelitian yang mendapatkan tugas dari PMI dan MUI pusat untuk melakukan penelitian berdasarkan riset yang mendalam bersama para pakar sejarah dan ilmuwan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai menerima MUI DKI di kantornya.
Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiyono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara akan menyebarkan hasil penelitian, analisa dan riset MUI DKI kepada ahli waris, ulama, majelis taklim, kelompok pengajian dan tokoh masyarakat di kawasan Jakarta Utara.
"Sosialisasi akan melibatkan langsung MUI DKI difasilitasi Pemkot Jakarta Utara. Pekan depan kita akan sosialisasikan ke masyarakat hasil penelitian ini, dengan begitu semua paham fakta yang sebenarnya dari sisi makam, sejarah dan keagamaan," kata Bambang.
Sosialisasi disebut Bambang akan dilakukan dengan membagikan buku-buku hasil penelitian ke kelompok-kelompok masyarakat dan juga akan dibuatkan leaflet atau selebaran kepada seluruh masyarakat Jakarta Utara.
"Dengan harapan mereka mengetahui dan memahami fakta yang sebenarnya, dan peristiwa ini merupakan yang pertama dan yang terakhir," kata Bambang.
From : Viva News
"Ada banyak yang perlu diluruskan terkait sisi keagamaan karena mengalami kekeliruan. Tetapi saya tidak bisa detail menyampaikannya karena sangat sensitif," kata seorang anggota tim peneliti MUI Roby Nurhadi ketika menyampaikan hasil penelitian ke Gubernur Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Senin.
Penelitian yang dilakukan MUI DKI itu juga menggandeng sejarawan seperti Alwi Shihab dan JJ Rizal, para pakar dari Universitas Indonesia dan termasuk ahli dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Semua itu dilakukan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu hasil penelitian kita, tidak berdasarkan meja-meja rapat atau berdasarkan perasaan, melainkan melalui riset yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan," kata Roby.
Dari hasil penelitian yang memakan waktu lumayan lama tersebut, MUI merekomendasikan perlu adanya pelurusan sejarah dan pemindahan makam.
Salah satu hasil yang ditemukan adalah bahwa tanggal kelahiran Habib Hasan Al Hadad bukan pada abad 17 seperti yang diklaim selama ini melainkan lahir pada abad 18, kata Roby.
Begitu juga dengan waktu meninggal, penelitian MUI tersebut menemukan bahwa Habib Hasan Al Hadad meninggal pada tahun 1927 bukan pada abad 18.
"Kami juga menemukan makam Mbah Priok sudah dipindahkan ke TPU Semper dari TPU Dobo, Jakarta Utara. Kami memiliki dokumen yang menegaskan hal itu dan sebagian pihak dari Mbah Priok mengakui kebenarannya," ujar Roby.
Sementara terkait dengan masalah keagamaan, MUI merekomendasikan supaya umat Islam tidak bersikap berlebihan dalam memuja Mbah Priok yang dalam kerusuhan bulan April lalu menelan korban tewas tiga petugas Satpol PP dan ratusan orang lainnya luka-luka.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai melakukan sosialisasi hasil penelitian MUI itu minggu depan kepada masyarakat luas.
"Saya sudah terima hasil penelitian yang mendapatkan tugas dari PMI dan MUI pusat untuk melakukan penelitian berdasarkan riset yang mendalam bersama para pakar sejarah dan ilmuwan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai menerima MUI DKI di kantornya.
Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiyono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara akan menyebarkan hasil penelitian, analisa dan riset MUI DKI kepada ahli waris, ulama, majelis taklim, kelompok pengajian dan tokoh masyarakat di kawasan Jakarta Utara.
"Sosialisasi akan melibatkan langsung MUI DKI difasilitasi Pemkot Jakarta Utara. Pekan depan kita akan sosialisasikan ke masyarakat hasil penelitian ini, dengan begitu semua paham fakta yang sebenarnya dari sisi makam, sejarah dan keagamaan," kata Bambang.
Sosialisasi disebut Bambang akan dilakukan dengan membagikan buku-buku hasil penelitian ke kelompok-kelompok masyarakat dan juga akan dibuatkan leaflet atau selebaran kepada seluruh masyarakat Jakarta Utara.
"Dengan harapan mereka mengetahui dan memahami fakta yang sebenarnya, dan peristiwa ini merupakan yang pertama dan yang terakhir," kata Bambang.
From : Viva News
Kamis, 02 Desember 2010
TANGANI TEPAT DBD PADA ANAK
Kebon Jeruk, Kamis 2 Desember 2010 >>Sekretaris Camat Kebon Jeruk Pujiyanto telah membuka acara TEMU WICARA DAN TANYA JAWAB TANGANI TEPAT DBD PADA ANAK, catatan penulis di dalam pengantar pembukaan acara bahwa untuk mencegah wabah DBD diharapkan kepada Kader Jumantik dan seluruh warga untuk giat secara terus menerus menggerakan PSN 30 menit setiap satu minggu satu kali adalah cara ampuh untuk mencegah wabah DBD karena siklus berkembangnya nyamuk dapat dicegah, pemberatasan dengan cara foging/pengasapan dirasakan kurang efektif dan dapat mengganggu kesehatan warga.
Acara yang diselenggarakan oleh PANADOL diikuti oleh para Kader Jumantik se Kelurahan Kebon Jeruk dan para undangan yang terdiri dari pengurus Rt/Rw/PKK dan warga.
Didalam Temu Wicara dipandu sebagai pembicara dr Kiki Samsi SPA dengan judul Tangani Tepat DBD pada anak, Tika Bisono dengan judul Hidup Sehat Agar Terhindar dari DBD dilanjutkan dengan demo memasak.
Pada kesempatan acara tersebut telah diserahkan secara simbolis kenang-kenangan dari PANADOL berupa Papan Pengumuman, Jam Dinding, Kaos untuk Jumantik yang diterimakan kepada Ibu Hj Siti Rohmah Ketua PKK Kelurahan Kebon Jeruk dan Istri dari Yahya SH Lurah Kebon Jeruk
(Mekobas)mau lihat foto lainnya.....
Langganan:
Postingan (Atom)








