Written by Ajie Humas JB
Warga
Jakarta Barat diminta memanfaatkan dana bergulir dari Pemprov DKI
Jakarta yang disalurkan melalui Koperasi Jasa Kelurahan (KJK). Dana ini
bisa digunakan dalam upaya membantu warga yang mendirikan usaha
mandiri.
Demikian
dijelaskan Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin saat sambutan pada
acara program percepatan pemberdayaan masyarakat di RW binaan 05
Kelurahan Tamasari Kecamatan Tamansari, Selasa (15/5) pagi. Acara
dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Hj Tatiek Fauzi Bowo, Ketua
TP PKK Jakarta Barat Hj Emma Suhaema Burhanuddin, Camat Tamansari Imron
Sjahrin, Lurah Tamansari Djaharuddin, Ketua PKK Kecamatan Tamansari Ewa
Imron, kader PKK setempat dan tokoh masyarakat.
Dikatakan,
Pemprov DKI menggulirkan dana melalui program pemberdayaan ekonomi
masyarakat kelurahaan (PEMK). Dana yang disalurkan melalui KJK itu
digunakan untuk membantu warga yang sedang membuka usaha. “Kita
manfaatkan dana tersebut. Untuk itu segera mendaftar menjadi anggota KJK
di masing-masing kelurahan. Cari sumber dana itu buat usaha,” imbuh
Wali Kota.
Selain
memanfaatkan dana bergulir, Pemprov DKI juga memberikan dana
operasional RT dan RW dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kegiatan
masyarakat. “Kita harus berbangga hati karena RT dan RW di Jakarta
mendapatkan dana operasional. Apalagi wilayah Jakarta ditiru oleh daerah
lain dalam upaya peningkatan dan pembenahan lingkungan,” ujarnya.
Untuk
bidang kesehatan, sambungnya, juga membanggakan. Karena pelayanan
kesehatan di wilayah Jakarta khususnya Jakarta Barat, sudah sesuai
standar internasional. “Kita tidak perlu menyombongkan diri, dengan Rp
2000 kita mendapatkan perawatan dari dokter dan diberikan obat bukan
generik, melainkan obat terbaik di dunia. Apalagi berdasarkan studi
banding, pelayanan kesehatan di Jakarta masih yang terbaik dibandingkan
daerah lain,” kata Wali Kota.
Sementara
Ketua TP PKK DKI Hj Tatiek Fauzi Bowo lebih menekankan pada fungsi dan
tugas kelompok dasawisma RW 05 Kelurahan Tamansari. Istri orang nomor
satu di DKI ini meminta kelompok dasawisma dapat menjalankan perannya
dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga. “Inti acara ini adalah
pengukuhan kelompok dasawisma yang anggotanya berjumlah 500 orang. Tapi
yang terpenting adalah bagaimana menindaklanjuti agar ke depannya
berjalan baik,” jelasnya.
Menyinggung
soal percepatan pemberdayaan masyarakat, Lurah Tamansari Djaharudin,
mengaku pihaknya telah menjalankan program Pemprov DKI itu. ”RW 05 ini
merupakan salah satu RW binaan Pemprov DKI. Dimana kami sangat mendukung
program gubernur dalam menuntaskan RW kumuh,” tuturnya. Diungkapkan,
sebanyak 8 RW di wilayahnya tidak termasuk kategori RW kumuh. Namun
tetap membutuhkan adanya program percepatan pemberdayaan masyarakat.
Dijelaskan,
program percepatan pemberdayaan masyarakat itu bisa dilihat adanya
pemanfaatan dana bergulir dari KJK. Dimana setiap warga yang memiliki
usaha dan sudah mengusulkan data usaha di tingkat RW, akan mendapatkan
dana tersebut.
“Dana
ini diperuntukkan untuk pedagang peti, bakso dan soto. Sebagai dana
awal, kami sudah menyalurkan dana sekitar Rp 250 juta. Nantinya dana
dari KJK ini akan kembali lagi ke pemerintah. Setelah itu dana
digulirkan kembali untuk warga yang memerlukan bantuan dalam menjalankan
usaha,” jelasnya. Selain pengguliran dana, pihaknya juga menyalurkan
bantuan berupa pemberian alat permainan edukatif kepada tiga PAUD di
wilayah Tamansari di RW 02, 07 dan RW 05.
Camat
Tamansari, Imron menambahkan dana bergulir itu dimanfaatkan warga untuk
mengembangkan usaha. Tapi ada aturan-aturan dari KJK yang boleh
menggunakan dana tersebut untuk usaha. “Jadi ada klasifikasi dana yang
dipinjam warga ini. Kita lihat usaha mereka, apakah bisa mendapatkan
bantuan dana pinjaman atau tidak,” jelasnya. (why/aji)
Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 12:34